Why — Masalah

“Profesional masih kesulitan mencari pendidikan yang pragmatis, berkualitas, sekaligus terjangkau.”

Tidak setuju? Mari kita lihat solusi-solusi yang ada saat ini:

a. Perguruan Tinggi:

  • Relatif berkualitas.
  • Terjangkau—jika bisa meluangkan waktu.
  • Tapi kurang pragmatis.

b. Kursus / Training dari Lembaga:

  • Terjangkau.
  • Pragmatis—meski terbatas pada ilmu teknis.
  • Belum tentu berkualitas—tergantung pengajar.

c. Online Course / Belajar Mandiri:

  • Amat terjangkau—asumsi bisa bahasa Inggris.
  • Amat pragmatis—jika memilih materi yang tepat.
  • Relatif kurang berkualitas—kebanyakan orang butuh interaksi intens saat belajar.

d. Konsultan Eksternal (termasuk training mereka):

  • Amat pragmatis.
  • Amat berkualitas.
  • Kurang terjangkau—jumlah mereka sedikit karena regenerasi yang lambat.

Sekedar info, definisi konsultan yang dipakai di sini adalah:

ahli yang tugasnya memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan (penelitian, dagang, dan sebagainya); penasihat ~ Kamus Besar Bahasa Indonesia

Sementara definisi terjangkau di sini adalah : “mudah diakses”. Jadi tidak hanya sekedar biaya, melainkan juga waktu, tempat, bahasa, format interaksi edukasi, dll.

Masalahnya jelas: belum ada pilihan pendidikan yang pragmatis, berkualitas, sekaligus terjangkau.

How — Solusi

“Maka, kami percaya, ilmu selevel konsultan eksternal harus dikompilasi & disebar seluas mungkin…”

Kenapa? Karena kunci solusi pragmatis-berkualitas-terjangkau ada di konsultan eksternal. Lebih dibanding solusi-solusi petahana lain.

Mereka pragmatis karena rutin dibayar untuk memecahkan masalah nyata beragam klien.

Mereka berkualitas—karena selain rutin memecahkan masalah nyata—mereka juga terus mempelajari praktik-praktik baru & terbukti manjur.

Tapi…

…hukum alam menyatakan kalau kaderisasi konsultan eksternal itu sulit.

Mereka adalah serigala yang berburu sendiri. Agar harga per-jam bisa naik, mereka harus bersaing personal branding satu sama lain. Membina konsultan baru untuk scaling juga tidak mudah, karena branding amat terikat ke individu si konsultan.

“Jika ilmu-ilmu selevel konsultan disebar, apa yang bisa terjadi?”

a. Karir para Profesional akan Naik

Konsultan dibayar untuk menghentikan kebuntuan. Konsultan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, atau mengoptimalkan organisasi secara drastis.

Maka, tidak heran, seorang profesional yang ingin karirnya naik, harus melatih kemampuannya untuk berfikir dan bertindak seperti konsultan. Baik sebagai konsultan ke diri/tim sendiri, maupun ke atasan atau kolega.

b. Konsultan Internal Bertambah Banyak

Konsultan internal adalah orang yang memainkan peran konsultan eksternal, namun digaji penuh-waktu atau fokus ke satu organisasi. ~ Consultancy.uk

Jika seorang di dalam organisasi bisa membuktikan kalau dia paham & berpengalaman, kenapa harus mulai dengan membayar mahal-mahal konsultan eksternal?

c. Konsultan Eksternal juga Bertambah Banyak

Hal yang bagus, karena jika supply meningkat, kompetisi meningkat. Rasio harga/kualitas juga jadi makin bagus untuk konsumen jasa konsultan eksternal. Sesuatu yang akhirnya bisa meningkatkan demand ke jasa konsultan eksternal.

d. Konsultan Eksternal Menaikan Levelnya

Karena ilmu yang biasa mereka jual pelan-pelan tersedia luas, mereka harus menjual ilmu baru. Ilmu baru yang pastinya lebih dalam dan membantu ekosistem naik level.

Keempat implikasi tersebut akan berakibat baik ke ekosistem.

What — Tawaran dari AgileCampus.org

Kami, AgileCampus.org, memberikan pendidikan pragmatis berkualitas bagi para profesional di dunia software development.

Tidak seperti para konsultan eksternal, kami memaksimalkan teknologi & inovasi model bisnis untuk meningkatkan keterjangkauan. Khususnya di tengah kesibukan era digital ini.

Online Training

Program training online yang tetap memiliki keunggulan-keunggulan interaktif di training offline.

Butuh program edukasi lain? Atau sekedar ingin curhat? Kami tangkas, kuping kami terbuka, kami suka data empirik ;). Hubungi rizky@agilecampus.org.


AgileCampus.org adalah perusahaan edukasi yang sedang dalam proses mendapatkan sertifikat B Corp.

B Corp adalah sertifikasi perusahaan-perusahaan yang fokus pada dampak positif, dibanding profit untuk pemegang saham. Untuk mendapatkannya:

  • kami 100% akuntabel,
  • pemegang saham mendapatkan Rp. 0 deviden (100% net-profit diinvestasikan balik ke tujuan organisasi, yang dieksekusi secara transparan),
  • investasi dibuka dengan skema bagi hasil pada sebuah proyek produk edukasi.