Kenapa Scrum?

Scrum adalah salah satu bingkai kerja (baca: cara kerja sama & koordinasi) pengembangan software ala agile.

Tunggu, tunggu, memang kenapa harus kerja 'ala agile', kondisi sekarang normal-normal saja kan?

Riset berkata Agile Software Development terbukti memperbesar peluang kesuksesan proyek. Orang bisnis lebih senang, developer juga jadi bahagia.

Dibanding bingkai kerja agile lain, Scrum amat sederhana namun tetap menyeluruh. Itu alasan kenapa Scrum-lah yang paling populer.

Adopsi penggunaan Scrum di industri sudah mulai ramai. Pemain besar seperti Gojek, Tokopedia, dan BCA sudah mempublikasikan implementasi Scrum mereka di akhir tahun 2015.

Mau ketinggalan dari yang lain?

Okay, jika organisasi saya transformasi ke agile dengan mengimplementasikan Scrum, manfaat apa yang didapat? Jawabannya kira-kira seperti ini:

  1. Software jadi lebih cepat bisa digunakan,
  2. Fitur yang sia-sia dibuat jadi berkurang—karena semua bayangan software di awal divalidasi sedikit demi sedikit,
  3. Hubungan pihak bisnis & developer lebih harmonis,
  4. Setiap kebutuhan bisnis sudah diriset lebih dalam alasannya sebelum dipahami dan dikerjakan developer,
  5. Transparansi pekerjaan developer membuat pihak bisnis berkurang was-was-nya.
  6. Developer & periset produk jadi lebih aktif berinisiatif berkerja & memperbaiki diri.
  7. Terbukanya wawasan pada bidang-bidang agile yang lain—sisi teknis, sisi riset produk, sisi budaya organisasi.
  8. Intinya, semua orang lebih bahagia, karena mengerjakan produk yang lebih berkualitas, secara gotong royong.

Too good to be true 8 poin di atas. Saya malah sering dengar-dengar yang buruk tentang Scrum & Agile Software Development. Bagaimana itu?

Sayang, belum banyak yang memahami Scrum sesuai panduan resmi dari Scrum Guide. Ada yang pahamnya hanya sepotong, tidak sedikit juga yang melakukan sebuah praktik secara buruk, lalu berkata itu adalah anjuran Scrum—padahal tidak ada di Scrum Guide.

Alhasil, dampak implementasi Scrum jadi biasa saja, bahkan meninggalkan kesan buruk. Tidak heran, banyak perdebatan seperti di sini.

Ini justru kesempatan emas, pelajari Scrum Guide segera---saat banyak kompetitor masih tertatih-tatih menerapkan Agile Software Development. Menangkan kompetisi, dengan jadi yang paling tangkas melayani pelanggan!

Oke, sekarang saya tertarik belajar Scrum, tapi...

Kenapa Training Scrum-nya Harus di Agile Campus?

Metode

Agile Campus mengajar dengan pragmatis-efektif. Banyak praktik langsung plus diskusi konsultasi.

Trainer

Trainer Agile Campus terjun langsung di dunia nyata, mempraktekan ilmu yang diajarkan. Di sisi lain, jam terbang mengajarnya juga tinggi.

Terjangkau

Harga kompetitif, dan tetap ditambah bonus-bonus. Tersedia pula berbagai program diskon untuk yang membutuhkan.

Ujian Sertifikat

Di akhir training SGC ada ujian yang menunjukan seberapa persen peserta memahami Scrum Guide. Bagus ditaruh di CV/Linkedin & jadi latihan sertifikasi internasional.

..dan yang paling penting..

Terbukti Bermanfaat

Training adalah investasi. Semenyenangkan apapun training, akan sia-sia kalau tidak diimplementasi & cepat memberikan ROI. Kedua hal tersebut adalah fokus training SGC Agile Campus.

"Setelah implementasi Scrum, semua orang IT senang, karena tidak ada lagi permintaan dadakan yang harus segera selesai. Orang marketing juga senang, karena estimasi lama pengerjaan jadi lebih akurat."
ArisNurulHudaAvoskin
Den Lulung
CIO, PT AVO Innovation Technology
Peserta training publik Scrum Guide™ Implementation, Agustus 2017

Dapat Apa Saja di Dua Hari Training SGC?

Pemahaman & pengalaman akan Scrum Guide, plus praktik-praktik agile populer lain.
Atau bisa juga dibilang, materi-materi yang akan menyelasaikan masalah lapangan di bawah ini.

Requirement & Timeline

Di awal training, Agile Campus selalu mengadakan survey masalah ke peserta. Hasilnya, kedua hal ini selalu yang teratas. Selalu terjadi miskom; estimasi yang selalu meleset parah; perubahan pekerjaan yang mendadak; kurang tidur karena mengejar target, dll. Scrum (agile) lahir karena masalah ini.

Komunikasi & Keterbukaan

Banyak juga keluhan mengenai politik di tim/organisasi. Juga tentang developer yang terlalu individualistis, pasif, & tertutup. Scrum adalah solusi karena cara gotong royong yang transparan.

Developer

Turnover developer terkenal tinggi. Kebutuhan banyak, sementara developer sedikit. Akibatnya, banyak yang sebenarnya masih belum ahli tapi dipaksakan. Di sisi lain, banyak perusahaan yang tega membuat waktu keluarga & bahkan waktu tidur developer berikurang. Scrum membuat developer lebih bahagia & profesional.

Berapa Biaya Investasinya?

Training In-House

Ingin langsung menyeleraskan cara kerja seluruh anggota tim?
Ikuti training in-house.

Harga mulai dari Rp. 23.000.000 per kelas dua hari training SGC. Satu kelas maksimal berisi 10 orang.

Harga berubah tergantung jumlah peserta. Tanya lebih lanjut.

Training Publik

Ingin mengirim satu/dua orang dulu?
Ikuti training publik.

Rp. 7.600.000 per orang untuk dua hari training SGC

Mau diskon? 

1. Bayar lebih awal, untuk diskon early bird
2. Bantu promosi training, tambahkan jumlah peserta, dapatkan penurunan harga. Tanya lebih lanjut.

Kenapa Ini Investasi Strategis?

Kesuksesan perusahaan ada di budaya kerja orang-orangnya.
Perbaikan di budaya kerja, akan berdampak di setiap menit di masa depan.

Segera kontak kami.

Training Publik Terdekat

Scrum Guide™ Implementation

Ingin bisa implementasi Scrum yang sebenar-benarnya? Atau butuh persiapan ujian sertifikasi Scrum internasional? Ikuti training ini.

Harga : 

Kontak Vivi:
vivi@agilecampus.org
+62-812-9295-534 (Whatsapp)

Waktu

30-31 Agustus 2018
09:00 - 17:00

Tempat

HARRIS Hotel Tebet - Jakarta