Tanggal 12 September ini, AgileCampus.org dapat kesempatan untuk mengadakan sesuatu yang baru: seminar dengan topik psikologi!

Nah, kebetulan punya temen anak psikologi, @auliafairuz. Selain biasa jadi pembicara, @auliafairuz juga social media handler di Mobile Agency yang cukup terkenal di Indonesia. Jadi cukup terbiasa di dunia IT.

Alhasil timbul-lah ide untuk memberikan seminar persiapan awal karir, ke bekas-bekas trainee-trainee Scrum ku yang fresh-grad. Kesiapan early-employee kan cukup berpengaruh dengan kebahagiaan dan produktifitas organisasi—faktor penting yang juga jadi domainnya agile coach.

And turned out…

It went well! Nampaknya seminar ini layak jadi satu paket speaking gig, yang bisa ditawarkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.

Yeah, as an agile organization, experimentation is embedded in our DNA! B-)

Anyway, here’s the brief report.

“How to Rock at Workplace: For Millennials Only”

 

12 Sept 2015 Featured Image

Foto bersama pasca-seminar

 

Oleh Brian Chesky, CEO dan cofounder Airbnb. Startup yang terkenal rela berjualan sereal agar tetap hidup saat tak ada pendanaan.

Hari Senin, 21 Oktober 2013, saya mengirim surat ini ke seluruh tim di Airbnb. Saya sudah memutuskan untuk mempublikasikannya agar pengusaha lain terbantu untuk membangun budaya mereka.


Hey tim,

 

Rapat kita selanjutnya akan difokuskan untuk membahas nilai-nilai inti, yang mana penting sekali untuk membangun budaya kita. Sebelum rapat tersebut, saya pikir saya harus menulis surat, yang menjelaskan kenapa budaya amat penting buat Joe, Nate, dan saya.

Setelah kami menutup seri C dengan Peter Thiel pada tahun 2012, kami mengundang beliau ke kantor. Saat itu sedang akhir tahun dan kami semua duduk di ruangan menunjukan berbagai macam metrik. Di pertengahan diskusi, saya bertanya, “apa satu nasihat paling penting untuk kita?”

Dia menjawab, “Jangan Rusak Budayamu.”

Seru! AgileCampus.org kembali memberikan training Scrum ke mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir. Terdapat pula ujian di akhir training untuk memverifikasi pemahaman peserta terhadap Scrum Guide. Setidaknya bertambah darah baru yang mengerti filosofi dan konsep